Ribuan Warga Blora Tak Khawatir Meski Gas LPG 3 Kg Langka, Ini Alasannya

BLORA, LINGKAR – Ribuan warga yang berada di 3 desa Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora terbebas dari kelangkaan Gas LPG 3 Kg. Mulai dari Desa Mendenrejo, Medalem sama Nglungger. Sebab ribuan warga Blora ini menggunakan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di kawasan Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengambangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih, Kecamatan Kradenan.

Kepala Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Supari mengaku, sampai hari ini warga tidak terpengeruh adanya kelangkaan Gas LPG. “Disini tidak terpengaruh sama sekali. Walaupun LPG kabarnya langka. Sulit mencarinya. Disini aman-aman saja. Ini berkat adanya Jargas,” jelasnya.

Menurutnya, manfaat Jaringan Gas Rumah Tangga ini luar biasa bagi masyarakat. Lebih hemat dan aman. Harapannya, ke depan untuk ditingkatkan dan diperluas lagi. “Untuk LPG 3 Kg, di sini hanya ada beberapa. Sekedar untuk cadangan masak besar dan hajatan saja. Kalau setiap harinya cukup pakai Jargas,” tambahnya.

Ribuan Warga Blora Tak Khawatir Meski Gas LPG 3 Kg Langka, Ini Alasannya
Ribuan Warga Blora Tak Khawatir Meski Gas LPG 3 Kg Langka, Ini Alasannya 3

Supari menambahkan, hampir semua warga di Desa Mendenrejo memakai Jargas. Total ada 2.500-3000 KK. Belum lagi warga di Desa Medalem 818 SR, dan Desa Nglungger sebanyak 541 SR.

Ia mengaku keamanan Jargas bagi warga juga sangat terjaga. Bahkan warga bisa mengontrol sendiri. “Jadi ketakutan warga pertama kali tidak terjadi. Gas tidak membahayakan sama sekali. Malah sangat membantu warga,” imbuhnya.
Dia juga bersyukur, berkat adanya Program Jargas, warganya aman dari kelangkaan Gas LPG 3 KG. “Alhamdulillah di sini aman-aman saja.” imbuhnya.

Sementara itu, Salewang, salah satu warga Mendenrejo mengaku bersyukur menggunakan Jargas. Sebab tidak perlu kebingungan mencari Gas LPG 3 Kg. “Untuk di Kradenan yang memakai Jargas tidak ada masalah. Ini sangat membantu kita. Tinggal Ceklek Muni (Nayal, red),” jelasnya.

Diketahui bersama, saat ini Gas LPG 3 KG sulit ditemukan di pasaran. Sebab ada kendala pengiriman. Sehingga stok di pangkalan kosong. Harganya juga melambung tinggi. Menembus angka Rp 30 ribu. Jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp 15.500. (SUBEKAN – LINGKAR)