Safari ke Rembang, Anies Nyatakan Siap Emban 10 Rekomendasi Kiai Pantura

REMBANG, Lingkar.news – Calon presiden (capres) nomor urut satu, Anies Baswedan bersafari ke Rembang pada Senin, 25 Desember 2023. Kedatangannya ke Rembang tidak didampingi oleh calon wakil presiden (cawapres)-nya Muhaimin Iskandar.

Diawali dengan berziarah ke Makam Mbah Bisri, Anies kemudian menghadiri acara Halaqah Kebangsaan dan Ijma’ Ulama Pantura untuk Perubahan Indonesia di Pondok Pesantren Ma’hadul Ulum Asy-Syar’iyah (PP MUS) Kecamatan Sarang.

Dalam acara tersebut, sejumlah kiai dari wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dan Jawa Timur mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). 

Disebutkan panitia, pertemuan itu dihadiri oleh 500 pengasuh pesantren dan kiai dari berbagai daerah seperti, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Tuban, dan Lamongan. 

Pertemuan para kiai dan pengasuh ponpes itu menghasilkan sejumlah rekomendasi. Sepuluh di antaranya dibacakan langsung oleh Kiai Haji M. Sa’id Abdurrochim, pengasuh pondok pesantren Ma’hadul Ulum Asy-Syar’iyah (PP MUS) Sarang yang meliputi, meminta pertimbangan ulama dalam membuat kebijakan strategis dan menyelesaikan masalah yang menyangkut kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menerapkan konsep Dwi tunggal dalam menjalankan kepemimpinan Negara dan ritme pemerintahan sehingga terjaga kekompakan dalam kepemimpinan Nasional.

Segera melaksanakan implementasi UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren dengan 3 menerbitkan regulasi turunannya sampai ke tingkat daerah sehingga petunjuk teknisnya jelas dan implementatif. Membentuk Dirjen Pesantren di Lingkungan Kemenag RI dan Mengoptimalkan Dana Abadi Pesantren.

Memberdayakan Pendidikan Pesantren dan menyetarakan dalam segala aspek dengan Pendidikan Umum. Memperkuat eksistensi Pendidikan Keagamaan Islam nonformal secara hukum seperti Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al Qur’an, Majlis Ta’lim, serta Tempat Ibadah.

Menutup kemungkinan bangkitnya faham-faham yang menyimpang dari Konstitusi Negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, seperti paham komunisme, leninisme, khilafah dan faham-faham lain yang menyimpang. Pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme sampai akar-akarnya, serta penegakan hukum dan HAM secara imparsial.

Menegakkan Undang-Undang Anti Penodaan Agama, mendorong kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel serta berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Usai menerima dokumen rekomendasi dari hasil pertemuan itu, Anies mengaku siap mengemban amanat apabila dirinya terpilih. Menurutnya belakangan ini banyak problematika bangsa yang memerlukan penyelesaian, maka perlu adanya perubahan di Indonesia. 

“Kita hadir menyambut dan menyampaikan kepada semua bahwa ikhtiar perubahan ini adalah ikhtiar kita bersama-sama. Kita menyaksikan bahwa selama beberapa waktu ini ada begitu banyak problematika-problematika kebangsaan yang memerlukan penyelesaian. Dan kesempatan untuk perubahan diberikan pada tanggal 14 Februari besok,” tegasnya. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Lingkar.news)