Batang Berpotensi Diguncang Gempa Akibat Patahan Weleri

BATANG, Lingkar.news Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menemukan patahan Weleri sepanjang 19 kilometer di Kabupaten Batang yang memiliki potensi gempa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan, berdasarkan peta kegempaan yang dilalui patahan Weleri menjangkau delapan desa di tiga kecamatan diantaranya Desa Lebo, Krengseng, Sidorejo, Sawangan, Ketanggan, Kedawung, Kuripan, dan Gondang.

“Akan tetapi potensi gempa pada patahan Weleri ini masih dalam batas rata-rata yang lebih kecil dan pelan jika dibanding sejumlah wilayah lain di Jateng,” kata Ulul Azmi, pada Senin, 13 Maret 2023.

Pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para Kepala Desa agar mereka memberikan pengarahan kepada warga saat ada potensi gempa dengan keluar dari gedung.

“Namun demikian, warga tidak perlu khawatir adanya kemungkinan terjadinya gempa itu karena potensi kegempaan rata-rata masih berskala kecil dan pelan,” tuturnya.

Kepala Stasiun Geofisika Kabupaten Banjarnegara, Heru Susanto Wibowo mengatakan bahwa, berdasarkan data yang sudah diidentifikasi jumlah patahan di Jawa Tengah ada 13 titik.

“Biasanya yang belum diidentifikasi merupakan patahan lokal yang mempunyai ciri permukaan naik yang cenderung berbukit. Patahan Weleri memang belum identifikasi karena kami harus mengidentifikasi dengan cara ada aktivitas gempa dahulu,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah memasang alat atau jaringan pemantauan gempa bumi di lokasi Kecamatan Gringsing dan Paninggaran Pekalongan sebagai langkah antisipasi.

“Pemasangan alat atau jaringan pantauan gempa ini bertujuan juga untuk pemantauan sesar-sesar yang ada di darat wilayah Jawa Tengah. Potensi terjadinya gempa di patahan Weleri tidak terlalu besar karena tipe patahan naik bukan sejajar,” paparnya.

Heru Susanto menambahkan, patahan Weleri merupakan sumber gempa yang ada di darat dengan kedalaman dangkal 0 sampai 30 kilometer sehingga skala kegempaan bumi masih kecil. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)