498 Unit PJU Baru Bakal Dipasang di Sejumlah Ruas Jalan di Blora Tahun Ini

BLORA, Lingkarjateng.id Masyarakat Kabupaten Blora mengusulkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik seperti di jalur Blora-Randublatung dan Randublatung-Getas karena masih minim penerangan.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora melalui Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Perlengkapan Jalan, Peny Astuti, menjelaskan bahwa pada tahun 2024 ini akan dipasang instalasi baru PJU disejumlah wilayah di Kabupaten Blora meliputi Blora Kota, Blora-Cepu, Blora-Randublatung, Randublatung-Getas, Kedungtuban, Bogorejo dan Jepon.

“Tahun ini totalnya ada sekira 498 unit yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Blora,” ujarnya, Selasa, 28 Mei 2024.

Peny mengatakan bahwa PJU memang sudah menjadi program, namun pengadaan PJU di tahun 2024 ini juga didorong banyaknya usulan dari masyarakat yang menginginkan penambahan penerangan jalan di beberapa titik.

“Dari jumlah 498 unit ini sudah ada yang terpasang namun ada pula yang masih proses, tetapi kami pastikan tahun ini semua bisa direalisasikan,” ujarnya.

Anggaran Terbatas, Dinrumkimhub Blora Akui 40 Persen Jalan belum Dipasang PJU

Peny menjelaskan bahwa PJU baru bakal disebar di sejumlah ruas jalan kabupaten. Termasuk jalan yang dibangun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora pada beberapa tahun selama periode Bupati Arief Rohman menjabat.

“Pak Bupati ‘kan gencar membangun jalan, sehingga pengadaan ini untuk melengkapi penerangan di ruas-ruas jalan tersebut,” ucapnya. 

Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui jumlah konkret anggaran yang akan digelontorkan Pemerintah Kabupaten Blora lantaran Dinrumkimhub masih perlu waktu untuk menghitung dana yang dibutuhkan.

Proses pengadaan PJU baru dibagi per masing-masing ruas jalan. Nilainya bervariasi, antara puluhan hingga ratusan juta. 

Menurutnya, ada beberapa pilihan model PJU yang bakal dipasang, seperti LED dengan menggunakan tenaga surya dan menggunakan jaringan PLN.

Saat ini, pihaknya tidak memilih PJU dengan material bohlam lampu mercury karena tidak ramah lingkungan. Sehingga, memaksimalkan LED dari beberapa jasa penyedia lampu.

“Untuk anggaran kami belum bisa sajikan berapa, karena harus kami hitung terlebih dahulu, namun untuk pengadaannya di e-katalog ya, dengan penyedia berbeda-beda,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa penambahan PJU tahun ini belum bisa melengkapi seluruh kebutuhan penerangan jalan. Namun, pihaknya masih mengusahakan untuk penambahan dilakukan secara bertahap.

“Kami juga sedang melakukan perekapan data PJU, agar mempunyai data yang terbaru,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hanafi – Lingkarjateng.id)